Menghidupkan Koperasi dan Usaha Mikro

MENDORONG AGROWISATA. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Muhamad Hakim Zaman menghidupkan koperasi dan UMKM. Di waktu senggang menjadi legislator, dia mengembangkan wisata dan ekonomi masyarakat melalui peternakan burung.

SET.DPRD-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Muhamad Hakim Zaman bersama rekan-rekannya terus berupaya menghidupkan kembali koperasi dan usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas UMKM.

“Kami terus berupaya meng­hidupkan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi yang sudah terdaftar resmi di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Hakim Zaman.

Dengan menghidupkan kembali UMKM dan koperasi, Hakim Zaman meyakini ekonomi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya akan pulih kembali di masa pandemi.

“Dengan begitu daya beli masyarakat akan lebih mening­kat­kan, termasuk membantu masya­rakat yang terjerat oleh angsuran dari rentenir,” kata Hakim Zaman.

Langkah lainnya yaitu mempersiapkan agrowisata untuk menyambut kehadiran Jalan Tol Gedebage-Tasik-Cilacal (Getaci). Salah satu caranya yaitu dengan menyukseskan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Industri Kawasan (RPIK).

“Itu harus dipersiapkan matang sebelum adanya Tol Getaci, karena harus betul-betul berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dengan adanya ruas tol itu,” kata Wakil Ketua Fraksi PKB ini.

M Hakim Zaman pun mendorong mengoptimalkan agrowisata yang menjadi sumber potensi di Kabupaten Tasikmalaya sehingga para petani di Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menanam dan menjual hasil pertaniannya.

“Harus terpikirkan, selain menanam, panen, pasca panen, sehingga meningkatkan ekonomi para petani dengan adanya agrowisata. Termasuk harus adanya pemasaran yang lebih luas untuk produk pertanian ini,” kata dia.

Sementara itu di sela kesibukannya menjadi anggota DPRD, M Hakim Zaman memiliki hobi beternak burung murai batu.

“Saya sejak remaja menggeluti burung murai itu, hingga saat ini,” ujarnya ramah.
Kini, dia dari hasil peternakannya itu dia memiliki 10 pasang indukan berkualitas. “Alhamdulillah usaha selama ini saat ini saya sudah mendapatkan 20 ekor anakan yang berkualitas setiap satu bulannya,” ujarnya.

Saat ini, dia menargetkan mendapatkan lebih banyak anakan. “Terus berusaha saya kembangkan karena beternak murai ini tidak mudah, tidak seperti beternak burung lainnya,” kata dia menjelaskan.

Tujuannya beternak burung murai juga sekaligus untuk tetap melestarikan burung kicauan itu. “Karena bila terus mengambil dari alam akan habis. Tentunya juga sebagai pengembangan wisata dan ekonomi juga,” ujarnya. (ujg) (sumber-Radartasik.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.