Mengajar adalah Panggilan Jiwa

PANGGILAN JIWA. Di waktu senggang menjadi legislator DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H Demi Hamzah Rahadian SH MH adalah dosen. Baginya, menjadi pengajar merupakan panggilan jiwa.

SET.DPRD-Sejak mahasiswa, H Demi Hamzah Rahadian SH MH adalah ”orang kampus”. Dia aktivis pergerakan mahasiswa 1998. Tak heran, kini di waktu senggangnya menjadi legislator, dia kembali ke kampus. Mengajar. Baginya, mengajar adalah panggilan jiwa.

Hari-harinya, H Demi Hamzah Rahadian SH MH adalah legislator dan menjadi ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Namun di kala senggang berlegislasi, legislator dari PDI Perjuangan ini menjadi dosen di Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Tasikmalaya.

“Saya menjadi pengusaha dan menjadi dosen selain sibuk di DPRD,” ujar H Demi Hamzah menjelaskan.

H Demi Hamzah menjadi pengajar sejak 2017. Baginya, menjadi seorang dosen merupakan panggilan jiwa, karena ilmu, yang didapatkannya, selain harus diamalkan juga harus dibagikan kepada orang lain. “Jadi yang saya ketahui, juga harus banyak orang yang mengetahuinya,” ujar tokoh muda yang S1 dan S2-nya ditempuh di Fakultas Hukum Unisba ini.

Termasuk, kata aktivis gerakan mahasiswa era reformasi ini, menjadi seorang dosen itu menjadikannya awet muda dan sehat. “Makanya saya pengen muda terus,” ujarnya berseloroh. Dia kini mengajar Ilmu Hukum Bidang Pemerintahan dan Ketatanegaraan.

H Demi Hamzah Rahadian SH MH Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya

H Demi Hamzah juga bertekad akan terus menuntut ilmu. Dia ingin mendapatkan gelar doktor hukum. “Orang-orang hebat itu harus memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. Termasuk ilmu pengetahuan itu bisa lebih baik menjalani kehidupan. Artinya semakin banyak ilmu, orang akan semakin bijaksana,” kata dia menjelaskan.

Menurut H Demi Hamzah, ilmu adalah sebuah bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat. Apalagi ilmu akan menjaga di kehidupan dunia dan akhirat. “Tergantung ilmu itu digunakan untuk kebenaran atau bukan. Apalagi mencari ilmu itu wajib hukumnya untuk kita semua. Karena ilmu tanpa amal kesombongan, amal tanpa ilmu kebodohan,” kata H Demi Hamzah menjelaskan.

Di luar akademis(i), H Demi Hamzah juga pebisnis. Dia memulainya 2007 berbisnis penyewaan kosan. Kemudian dipercaya Pertamina menjadi agen gas elpiji hingga saat ini dan berkembang di Tasik Selatan.

“Alhamdulillah saat ini sudah besar, dan itu saya mengurusi itu di sela-sela menjadi anggota dewan,” ujarnya.

Kini, bisnisnya merambah ke bidang kuliner. “Alhamdulillah juga banyak masyarakat yang menjadi karyawan dan menyerap tenaga kerja lumayan banyak,” ujar tokoh muda yang senantiasa menggebu-gebu saat berbincang ini. (ujg) (sumber-Radartasik.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.