Mendorong Rumah Sakit di Utara dan Memberdayakan Perempuan

MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN. Hj Ucu Dewi Sarifah SIP (dua dari kanan), anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari PKS saat melaksanakan pemberdayaan perempuan.

SET.DPRD – Hj Ucu Dewi Sarifah SIP fokus memperjuangkan aspirasi di daerah pemilihannya. Termasuk mendorong Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membangun rumah sakit umum daerah di Tasikmalaya bagian utara.

“Ke depan diharapkan pemerintah daerah mendirikan rumah sakit di wilayah (Tasikmalaya) utara dengan fasilitas lengkap,” ujar legislator DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Saat ini masyarakat di wilayah Tasik Utara masih kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dengan fasilitas lengkap. Untuk mendapatkan semua itu harus menempuh perjalanan cukup jauh. “Akan sangat report bila masyarakat ujung utara yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan lengkap di RS SMC,” kata legislator perempuan kelahiran Tasikmalaya, 28 Desember 1969 ini.

Hj Ucu juga saat ini tengah fokus memperjuangkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dari sisi keterampilan ibu. Apalagi situasi pandemi Covid-19 saat ini, ketika para suami mencari nafkah di sektor perdagangan tidak optimal, dan juga bidang pertanian kurang baik karena sulitnya pupuk dengan harganya cukup mahal, maka peran ibu sangat penting.

Hj Ucu Dewi Sarifah SIP Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya

“Bila ibu memiliki keterampilan tetap berdaya tanpa harus menggantungkan hidupnya pada suami. Nah itu di dapil (Tasik) Utara ini masih minim peningkatan keterampilan,” ujar Hj Ucu, yang juga bertugas di Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini.

Meningkatkan keterampilan perempuan, kata Hj Ucu dimulai program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang di dalamnya ada sekolah pranikah dan sekolah ibu.

“Untuk pranikah sendiri untuk mempersiapkan para anak muda untuk masuk di jenjang rumah tangga dengan baik berdasarkan ilmu,” ujar tokoh perempuan Tasikmalaya ini menjelaskan.
Selanjutnya untuk sekolah ibu, yaitu mendidik ibu agar bisa menjalankan peran sebagai istri, ibu dan pendidik, kemudian berdaya sebagai ekonomi.

“Salah satunya yakni adanya pengelolaan minyak jelantah menjadi sabun misalnya,” ujarnya.
Hj Ucu menerapkan program Jelita (Jelantah di Sekitar Kita). “Itu kita sudah berikan pe­latihan di daerah Guranteng Kecamatan Pagerageung,” ujarnya membeberkan.

Hj Ucu kini juga terus meng­optimalkan potensi desa wisata. Apalagi sudah melakukan ditandatangani kerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI.

“Termasuk memanfaatkan momentum itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan memiliki keterampilan, terutama dalam permasalahan limbah yang membahayakan lingkungan,” ujar Hj Ucu. (ujg) (sumber-Radartasik.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.