Memperjuangkan Aspirasi, Tingkatkan Ekonomi UMKM

MEMPERJUANGKAN. Ferry Willyam ST,MM, ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tasikmalaya saat beraktivitas di DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

SET.DPRD – Ferry Willyam ST ,MM menampung saran, aspirasi dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya, di dapil IV; Salopa, Jatiwaras, Cineam, Karangjaya, Manonjaya dan Gunungtanjung. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini tengah memperjuangkan agar aspirasi masyarakat itu terealisasi.

“Itu kita tampung alhamdulillah walaupun tidak maksimal, perjuangan kita selama ini telah dirasakan oleh masyarakat khususnya di dapil,” kata Ferry Willyam ST,MM.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya ini berharap seluruh anggota DPRD dari Partai Demokrat bisa mewujudkan saran, aspirasi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. “Pada prinsipnya semua aspirasi masyarakat di dorong supaya bisa terealisasi,” ujar Ferry menjelaskan.

Saat ini, Ferry terus melihat dan mendengar aspirasi masyarakat, termasuk apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

“Kalau dilihat urgensinya sangat dibutuhkan akan didorong agar bisa direalisasikan, seperti untuk perekonomian masyarakat, kesejahteraan masyarakat, infrastruktur dan lainnya,” kata tokoh muda kelahiran Merbau Selatan, 6 Juli 1979 ini.

Termasuk saat ini, dia terus mengupayakan peningkatan ekonomi masyarakat melalui produk-produk kerajinan dan pertanian, mulai anyaman dan pandai besi galonggong.

“UMKM itu sudah berjalan tinggal saat ini terus peng­optimal­an dalam hal permodalan dan pemasaran dan juga penge­masan,” kata alumnus Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung ini.

Saat ini, Ferry juga terus mengupayakan agar produk UMKM, terutama di dapilnya, memiliki kemajuan dari sisi pemasarannya. “Itu akan bersama-sama mendorong agar produk UMKM itu balance (seimbang), baik dari segi produksi maupun pemasarannya. Termasuk ketersediaan bahan baku,” kata tokoh muda Tasikmalaya ini.

Jangan sampai, kata Ferry, produk UMKM Manonjaya itu terkesan mati suri, artinya produksi tetap ada, penjualan ada, tetapi tidak terlihat keberadaannya. “Walaupun saat ini masih kita syukuri masih terlihat ada secara kasat mata, dan eksis,” ujarnya. (ujg) (sumber-Radartasik.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.