Mati Suri Sektor Pariwisata di Kabupaten Tasik

Exif_JPEG_420

Keberadaan Pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya dinilai mati suri. Ada, namun tidak
menyumbang apa-apa. Itu terjadi karena tidak adanya keseriusan pihak eksekutif dalam
membangunpotensi yang dimiliki.
“Kuncinya, kalau ingin maju pariwisata harus ada kepedulian eksekutif. Kalau berkehendak
dan peduli, saya yakin bisa maju. Kenapa tidak, mungkin nantinya bisa lebih dengan wisata
yang ada di kabupaten lain,” papar Yono Kusyono, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten
Tasikmalaya.
Menurutnya, tempat wisata yang berada di Kabupaten Tasikmalaya tidak kalah indah dengan
kota/kabupaten lain. Bahkan tidak sedikit tempat wisata yang kalah jauh indahnya, akan
tetapi diminati oleh pengunjung.
“Ini berkaitan dengan kepedulian bupatinya. Pemerintahan sekarang tidak begitu peduli.
Untuk potensi penyumbang PAD belum tergambarkan besarannya soalnya baru melakukan
pendataannya saja,” ungkapnya.
Pihaknya, bukan satu dua kali mendorong Dinas Pariwisata untuk mengembangan potensi
yang dimiliki. Bahkan, pihaknya akan menginisiasi adanya perda parawisata. “Kalau saja
salah satu titik pariwisata berkembang, itu akan mampu mendongrak perekonomian warga
sekitar,” terangnya.
Karenanya, lanjut dia, permintaan komisi IV berkaitan dengan pariwisata eksekutif diminta
untuk fokus melakukan pembangunan di dua objek wisata, yaitu Galunggung untuk
representasi Utara dan Pantai Karang Tawulan untuk daerah Selatan. “Galunggung hari ini
apakah sudah representatif apa belum sebagai ikon Kabupaten Tasikmalaya? Saya kira
belum,” tandasnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.