Islah, Komisi I DPRD Tengahi Polemik Lomba Vlog “Parlemen Mengabdi”

Kimisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya menengahi polemik lomba Vlog bertajuk "Parlemen Mengabdi". Setelah bertukar pendapat antara penggugat dan panitia selama hampir satu jam, semua pihak berujung islah.

SET.DPRD—Ajang lomba Vlog dengan tajuk “Parlemen Mengabdi” sempat menuai polemik. Hal tersebut mengemuka setelah salah satu peserta mengajukan keberatan, karena pada video salah satu pemenang lomba terdapat cuplikan gambar berasal dari hasil karya pihak lain.

Polemik seputar program yang terselenggara atas kolaborasi antara DPRD Kabupaten Tasikmalaya dengan Radar TV itupun berakhir islah setelah Komisi I DPRD di bawah pimpinan Demi Hamzah menengahinya.

Komisi I DPRD mempertemukan Tim SNN selaku pihak yang keberatan atas keputusan juri, perwakilan peserta dan panitia lomba Vlog di ruang serbaguna DPRD pada Kamis (19/8/2021). Pada saat itu semua pihak bertukar pendapat.

“Atas seizin Ketua DPRD, kami Komisi I diberikan kewenangan untuk menyelesaikan urusan ini dan harus selesai hari ini juga dengan baik. Karena kami tidak mau persoalan ini berlarut-larut dan melebar ke mana-mana,” ujar Demi.

Setelah bertukar pendapat hampir satu jam, di mana Tim SNN mempertanyakan sejumlah hal dan pihak panitia mengutarakan jawabannya; Demi Hamzah selaku Ketua Komisi I mengambil keputusan bahwa pihaknya meniadakan peringkat kejuaraan.

Demi menandaskan bahwa semua karya yang diikutkan dalam lomba Vlog Parlemen Mengabdi adalah karya anak-anak muda Kabupaten Tasikmalaya. Di mana kualitasnya perlu dihargai secara sama. Jadi, semuanya adalah juara.

“Atas seizin Ketua DPRD, kami nyatakan bahwa untuk lomba Vlog pada Parlemen Mengabdi tidak ada juara 1, 2 dan 3. Semuanya adalah karya anak-anak muda yang mencintai Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Demi.

Di samping itu, lanjut Demi, DPRD juga memohon maaf selaku pihak penyelenggara atas ketidaknyamanan atau gangguan-gangguan yang terjadi. Semua itu manusiawi. Ia berharap kejadian tersebut menjadi suatu pelajaran baik. Karena pengalaman adalah guru terbaik.

“Kami juga memohon kepada adik-adik kita ini untuk terus berkarya dengan baik dan mohon dukungan serta bantuannya kalau ada perbaikan apa pun. Toh adik-adik ini lebih ahli dari DPRD kalau urusan media sosial, kan. Kita akui itu,” tandasnya.

Di pihak lain, Tim SNN menerima keputusan tersebut. Bahkan melalui Produser serta Editornya, Vera Shopia, Tim SNN bahkan mengaku gembira atas keputusan tersebut. Paling tidak keputusan tersebut dapat mengembalikan marwah parlemen.

“Ini juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat bahwa pada saat ada suatu persoalan, pasti bisa diselesaikan dengan baik. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut andil dalam mengharumkan daerahnya. Salah satunya dengan mengembangkan kreativitas sesuai bidang keahlian masing-masing,” ujar Vera.

Lebih jauh Vera meminta polemik tersebut tidak sampai menjadi ganjalan bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh parlemen atau pemerintah.

“Mari kita tingkatkan produktivitas dengan hal-hal yang baik,” ajak Vera pada akhirnya. (sumber-kabarparlemen.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.