Tidak Mengenal Kata Libur

TETAP BERAKTIVITAS. H Asop Sopiudin, SAg saat bertugas di DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Hari-harinya penuh dengan aktivitas, baik di kantor maupun di rumah dan pesantren.

SET.DPRD-Tidak ada kata libur bagi H Asop Sopiudin SAg, karena setiap hari dia melakukan kegiatan, mulai dari mengajar, menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, termasuk sekali-kali bertani.

“Setiap hari saya tidak libur, karena aktivitas setiap hari saya usai salat subuh sudah mengajar santri di pondok pesantren sampai pukul 06.00,” ujar legislator senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini.

Semua aktivitas itu dia lakukan untuk mendidik dan mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, baik agama, dan pengetahuan lainnya sesuai apa yang dibutuhkan saat ini. “Makanya saya tidak bisa meninggalkan dunia pendidikan ini. Mudah-mudahan saja ini terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya khususnya,” kata tokoh kelahiran Tasikmalaya, 4 Juli 1972 ini.

H Asop Sopiudin, SAg Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya

Setelah selesai mengajar santri, H Asop, pun di sela-sela istirahatnya, berkeliling melihat lahan pertanian dan kolam.
“Jam 08.00 saya juga mengajar kembali santri dan siswa sekolah. Itu tentatif. Kalau ada tugas di kantor itu dilakukan juga,” ujar dia.

Bahkan, usai pulang melak­sanakan tugas menjadi anggota dewan, habis salat Magrib dan salat Isya dia juga mengajar santri kembali. “Kegiatan saya setiap hari seperti itu, bahkan itu dilaksanakan sebelum menjadi anggota dewan. Termasuk pada hari Jumat dan Minggu, saya mengisi majelis taklim,” kata alumnus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Termasuk, selain kesibukan tersebut juga, tokoh murah senyum ini menyempatkan diri untuk ikut organisasi kemasyarakatan.
Dia juga berdagang karena ia memiliki warung.

“Saya biasa tiap hari ke pasar untuk berbelanja memenuhi barang untuk jualan dan memenuhi kebutuhan santri di pondok pesantren,” kata dia bersahaja.

Termasuk, saat ini, H Asop tengah fokus mengembangkan potensi pertanian dan perikanan. Hal itu dia geluti melihat adanya lahan untuk bercocok tanam dan membudidayakan ikan.
“Itu juga melibatkan santri, karena santri itu selain harus pan­dai dalam ilmu pendidikan juga harus pandai dalam wira usaha,” ujarnya, ramah. (ujg) (sumber-Radartasik.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.