Anggota DPRD Minta Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Tasikmalaya Segera Digelar

SET.DPRD – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ami Fahmi, menyarankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya untuk membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada ajaran baru tahun 2021.

Hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa yang selama setahun lebih ini telah jenuh dan kurang efektif belajar secara daring.

“Sebab kami menghawatirkan jika terlalu lama menggunakan belajar sistem daring, ini justru akan merusak mental generasi bangsa kedepan,” jelas Ami yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya ini.

Ami menambahkan, pelaksanaan KBM tatap muka ini pun harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan (prokes).

Pelaksaannya, bisa dilakukan dengan sistem giliran atau shift untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan siswa di sekolah.

“Tinggal pelaksaannya dengan sistem shift, agar tidak banyak siswa di sekolah dalam waktu yang bersamaan. Lebih ditekankan prokesnya harus benar diterapkan,” ujar Ami.

Hal senada disampaikan anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat Feri William.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera menggelar KBM tatap muka. Karena sistem daring yang diterapkan saat ini masih terdapat kekurangan.

“Sistem daring ini khawatirnya membuat siswa itu individualistik, lebih fokus pada gaway juga tidak bersosialisasi dengan sesamanya. Ini yang berbahaya,” kata Feri.

Feri menambahkan, KBM tatap muka lebih kena dalam penyampaian pembelajaran.

Anak didik akan lebih cepat menyerap ilmu karena langsung disampaikan atau dipahamkan oleh guru.

Berberda dengan sistem daring yang hanya mengandalkan pembelajaran jarak jauh dan waktu yang terbatas.

“Jadi anak didik lebih paham jika KBM dilaksanakan secara tatap muka. Beda dengan daring yang hanya selintas saja. Jadi, kami mendorong segera lekukan KBM tatap muka,” ujar Feri.*** (Sumber-kabar-priangan.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.