Wakil Rakyat Berbekal Pengalaman Kepala Desa Dua Periode

Mukarom, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pernah menjabat Kepala Desa Karyamandala, Kecamatan Salopa, selama dua periode. Pada gilirannya kemudian, ia menerima penugasan dari partai untuk mengisi kursi dewan, di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya.

MUKAROM dilantik menjadi anggota dewan pada Jumat, 27 Januari 2016. Pada saat itu, di internal PDIP, ia tercatat sebagai Ketua PAC Salopa. Sementara yang mengantarnya ke kursi dewan bukanlah sistim pemilihan langsung dalam perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg), melainkan melalui jalur Pergantian Antar Waktu (PAW). Sebab ada salah satu personil dari Fraksi PDI Perjuangan yang wafat, yaitu Abdul Rahmat.

Penunjukan Mukarom sebagai figur yang berhak menggantikan mendiang Ade Abdurahmat juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, pada Pileg 2014 lalu, Mukarom merupakan salah satu Calon Legislatif (Caleg) PDIP di Daerah Pemilihan 4; yang meliputi daerah Jatiwaras, Salopa, Gunung Tanjung, Manonjaya, Cineam, Karangjaya. Pada waktu itu ia peraih suara terbanyak kedua, setelah Ade Abdurahmat.

Mukarom memang menjadi anggota dewan di tengah jalan—tidak sejak awal periodesasi. Tetapi, menjadi “wakil rakyat” bukanlah pengalaman baru baginya. Dua periode menjabat kepala desa di Karyamandala, dalam kurun 2003-2014, bukan perjalanan yang pendek. Ia cukup kenyang dengan pengalaman. Itu juga yang mendorongnya terjun lebih jauh ke dalam kancah perpolitikan.

“Saya memberanikan diri terjun ke dunia politik supaya bisa memperjuangakan langsung apa yang diperlukan oleh masyarakat. Saya sangat prihatin melihat keadaan masyarakat hanya diberi harapan tanpa ada realisasi nyata,” papar Mukarom.

Posisi anggota DPRD sendiri, bagi Mukarom merupakan amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik. Kepercayaan masyarakat jangan disia-siakan, katanya, karena sebagai politisi PDIP dirinya selalu berusaha agar setiap yang dilakukan dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya yakin, dengan menjadi anggota dewan, setiap aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara langsung. Saya bisa bersilaturahmi dengan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah. Banyak pengalaman yang berharga, terutama yang berkaitan dengan pentingnya berperan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.

Ketetapan pribadi Mukarom tersebut, sedikit-banyak, juga berkat pengalamannya menjabat kepala desa. Dulu, semasa masih aktif menjadi kepala desa, ia mengaku bahwa dalam setiap kegiatan di bidang sosial, masyarakatlah modal pengetahuan terkait setiap sosial. Sehingga ia lalukan berbagai cara, serta dedikasikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat.

“Ketika masyarakat merasakan manfaat dari setiap yang saya perjuangkan, itu sudah cukup untuk menjadi modal motivasi bagi saya agar selalu mengabdikan diri demi kemaslahatan masyarakat. Tingkatkan integritas dan kuatkan niat serta pondasi, bahwa jabatan adalah jembatan untuk ibadah. Jangan pernah gunakan jabatan untuk mencari nafkah dan memperkaya diri sendiri atau golongan. Jika kekayaan menjadi tujuan utama, jadilah pengusaha sejati. Maka carilah kemuliaan dengan cara memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tuturnya kemudian.

Sementara itu, untuk mengetahui dan mengawal aspirasi masyarakat, selain melaui kegiatan yang sudah dijadwalkan dan diagendakan oleh DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Mukarom selalu menyempatkan diri untuk berkunjung langsung ke tengah-tengah masyarakat. Ia berusaha mendengarkan setiap hal yang menjadi keluhan, supaya tidak salah sasaran. Sebab masih saja ada yang tidak sinkron antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan begini, saya bisa mengetahui langsung setiap yang menjadi permasalahan masyarakat di setiap daerah pemilihan. Termasuk daerah yang kurang mendapat perhatian. Karena itu, dengan terju langsung ke masyarakat, adalah cara yang efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.