UMK Kabupaten Tasikmalaya dalam Bahasan Dewan Pengupahan

SINGAPARNA—Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk daerah Tasikmalaya tahun 2019 berada pada angka Rp 2.075.189. Tahun depan, UMK Tasikmalaya kemungkinan akan mengalami kenaikan. Untuk besarannya masih dalam bahasan Dewan Pengupahan Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam menetapkan kenaikan UMK, Dewan Pengupahan tidak bekerja sendiri. Pembahasan ini juga melibatkan pihak lain; antara lain beberapa perwakilan dari buruh dan beberapa perwakilan dari pengusaha.

Menurut Kepala Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Tasikmalaya, Sjafrudin Korompot, hingga awal November ini belum ada kesepakan final di antara ketiga pihak.

“Jika melihat rumusan yang ada, kemungkinan kenaikan UMK di Kabupaten Tasikmalaya tahun depan sebesar Rp 2.251.787,” Sjafrudin menjelaskan kepada tribunjabar.id, Jumat (1/11/2019).

Masih belum adanya kesepakatan mengenai besaran kenaikan UMK, menurut Sjafrudin lebih jauh, karena masing-masing mempunyai perhitungan yang berbeda-beda. Perwakilan buruh meminta kenaikan sebesar 16,8 persen.

Sementara itu, dari pihak Dewan Pengupahan, permintaan perwakilan buruh akan sulit terealisasi. Paling tidak ada dua faktor penyebabnya. Pertama, tidak sesuai dengan acuan yang ditetapkan di tingkat nasional. Kedua, kenaikan tersebut akan memberatkan jika diterapkan di Kabupaten Tasikmalaya.

“Kebanyakan perusahaan di Kabupaten Tasikmalaya kan skalanya mikro. Jadi, jika permintaan tadi direalisasikan, khawatir yang akan terjadi malah muncul PHK, akibat dari ketidaksanggupan perusahaan membayar upah pekerjanya,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.