Tiga Tahun Menunggu, Damkar Tasikmalaya Terima Hibah dari Korea Selatan

SINGAPARNA—Berkah bagi Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PPP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tasikmalaya, setelah penantian cukup lama, akhirnya menerima hibah. Hibah berupa satu unit armada pemadam kebakaran. Pemberi hibah adalah pemerintah Korea Selatan. Di sana juga ada peran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bidang Sarana Prasarana, yang menjembatani kedua belah pihak.

Sejatinya, sebagaimana informasi dari Kasi Operasi Pengandalian Sarana Prasana Pemadam Kebakaran, Asep Taufik Rohman; upaya pengajuan hibah berupa armada pemadam kebakaran sudah diajukan sejak 2016. Namun baru tiga tahun kemudian harapannya benar-benar terkabul.

“Semuanya diurus oleh Kemendagri bersama pihak ketiga. Alhamdulillah, berkat bantuan keduanya kami mendapatkan hibah ini tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun,” ujar Asep kepada sejumlah wartawan, Jumat (04/10/2019).

Yang membuat Asep lebih sumbringah, hibah armada pemadam kebakaran dari Pemerintah Korea Selatan itu sangat modern. Boleh jadi lebih canggih dari armada pemadam kebakaran lainnya. Keunggulannya adalah sistim pengoperasian armada tersebut hampir sepenuhnya elektrik.

Di samping itu, daya tampung armada cukup besar; mencapai 2.500 liter. Mengingat ukurannya yang juga besar, kata Asep, kemungkinan armada yang satu ini hanya bisa dipakai di daerah perkotaan. Untuk masuk ke pelosok-pelosok, armada akan terkendala kapasitas jalan.

“Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang mendapatkan bantuan hibah armada pemadam kebakaran ini. Jadi, total aramada yang sekarang kami punya adalah 6 unit. Itupun yang satu sudah mengalami kerusakan pada mesin pompa penghisap air, sehingga tidak kami pergunakan lagi,” lanjut Asep.

Besar harapan Asep kalau tambahan armada pemadam kebakaran yang baru dapat membantu kinerja pihaknya lebih optimal. Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tasikmalaya sendiri mencatat, hingga September 2019 ada 58 bencana kebakaran. Jumlah kerugian yang diakibatkannya mencapai Rp 6,1 miliar.

Besarnya jumlah kerugian tidak terlepas dari kurangnya sarana dan prasarana kebakaran yang memadai. Persisnya lima armada yang dimiliki Dinas Satpol PP dan Damkar—itupun satu di antaranya sudah tidak layak beroperasi—untuk melayani 351 desa di 39 kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.