Tanggal 2 September 2019, 50 Anggota DPRD yang Baru Akan Dilantik

SINGAPARNA—Satu lagi tahapan yang mesti dilakukan terkait Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya pascapemilihal legislatif 2019. Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya menetapkan 50 nama calon legislatif (Caleg) peraih suara terbanyak, maka kemudian nama-nama tadi harus diresmikan. Bertepatan dengan itu pula pergantian periodesasi anggota DPRD berlangsung; dari periode 2014-2019 beralih ke periode 2019-2014.

KPU Kabupaten Tasikmalaya sendiri menetapkan 50 nama Caleg peraih suara terbanyak pada Sabtu (20/07/2019), melalui mekanisme “Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik dan Penetapan Anggota DPRD Terpilih Tahun 2019”. Pleno terbuka berlangsung di Diamond Ballroom Hotel Grand Metro, Jl. HZ. Mustofa Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, untuk berbagai proses pelaksanaan peresmian ke-50 nama yang telah ditetapkan KPU tadi, menjadi tanggungjawab jajaran sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Dalam hal ini, selaku Sekretaris DPRD yang berarti juga sebagai Kepala Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Iing Farid Khozin menginformasikan kalau pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk peresmian anggota dewan yang baru.

Peresmian 50 anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya periode 2019-2024 akan ditandai dengan pengambilan sumpah atau janji, serta dibacakannya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat, yang proses pengusulannya menjadi ranah KPU, melalui bagian pemerintahan pada Setda Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, yang berada pada ranah sekretariat dewan (Setwan) adalah mengusulkan pemberhentian anggota DPRD lama kepada Gubernur, melalui Bagian Pemerintahan.

Menurut pengakuan Iing, baik pihak KPU maupun Setwan sudah sama-sama mengajukan usulan SK Gubernur. Sejauh ini, katanya, tidak ada permasalahan dalam hal persyaratan administrasi. Ia berkeyakinan kalau pihaknya dapat menerima SK Gubernur sebelum hari pelaksanaan.

“Kalau melihat aturan yang ada, pelantikan 50 anggota dewan terpilih akan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Tasikmalaya. Kalau Ketua Pengadilan Negeri berhalangan hadir, maka digantikan oleh Wakil Ketua. Kalaupun keduanya tidak dapat hadir, maka digantikan oleh hakim senior,” Iing menerangkan, sebagaimana dikutip juga tribunjabar.id edisi Rabu (14/8/2019).

Sementara itu, terkait jadwal pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah, lanjut Iing, akan jatuh pada Senin (2/9/2019). Untuk persiapan teknis, sekretariat DPRD tidak bekerja sendirian. Menurut Iing, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang akan ikut terlibat pada pelaksanaannya nanti. Rapat koordinasi digelar antara lain dengan KPU Kabupaten Tasikmalaya, unsur Polri, Pol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Keuangan, Bagian Pemerintahan dan Hukum Setda Kabupaten Tasikmalaya, serta instansi lain seperti PLN.

Mengingat pada hari pelantikan tersebut juga berarti terjadinya pergantian anggota dewan, jadi setidaknya akan berlangsung dua kali sidang. Pertama, sidang pemberhentian anggota dewan periode 2014-2019. Kedua, sidang pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD peiode 2019-2024 serta pembacaan surat kebutusan Gubernur.

Dengan demikian, tidak akan ada kekosongan jabatan di tubug dewan. Setelah pelantikan juga akan diadakan penunjukan Ketua dan Wakil Ketua DPRD yang bersifat sementara. Komposisinya, sesuai peraturan yang berlaku, sudah otomatis akan jatuh pada partai peraih suara terbanyak pada Pileg 2019. Yakni untuk ketua jatuh pada Gerindra sementawa wakilnya hak PKB.

“Kewenangan Ketua dan Wakil Ketua DPRD sementara itu hanya seputar memimpin rapat, membentuk fraksi, menyusun rancangan tata tertib, dan mengusulkan Ketua DPRD definitif ke Gubernur Jawa Barat,” pungkas Iing.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.