Soal e-KTP, DPRD Usulkan Bentuk UPTD

Salah satu problem yang berkaitan dengan e-KTP, yaitu pengadaan blangko atau lembar e-KTP berisi chip. Ada juga mesin pencetak yang digasak maling. Hal tersebut, berdampak pada sulitnya mendapatkan pelayanan, tidak terkecuali di Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya.
Dr. Basuki Rahmat, wakil ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan, akibat kebijakan nasional tersebut masyarakat yang sudah
melakukan perekaman sulit untuk mendapatkan e-KTP. Selain itu, keberadaan infrastruktur daerah yang masih kurang memadai, masyarakat masih kesulitan untuk menjaungkaunya.
“Dari sisi kelembagaan dibentuk saja UPTD, paling tidak kalau bukan di setiap kecamatan, minimal di beberapa wilayah. Karena memang sekarang UU mengatur bahwa penerbitan e-KTP itu oleh dinas, tidak bisa sama desa atau kecamatan,” kata Basuki.
Menurutnya, dibentuknya UPTD berdasarkan letak geografs kantor pelayanan masyarakat yang masih jauh. Misalnya Bojonggambir, Cipatujah, yang jaraknya puluhan kilometer untuk menjangkau pemerintahan kabupaten, dengan begitu bagaimana caranya untuk mendekatkan sehingga mempermudah pelayanan.
“Untuk membentuk UPTD ini sangat memungkinkan, saya mengusulkan ini atas dasar bahwa potensi yang ada di kita. Tinggal ada political will saja dari pemerintah daerah untuk melakukan itu. Soalnya, ini kewenangan kepala daerah dan pesan-pesan ini selalu kami sampaikan ketika ada rapat-rapat DPRD.
Namun memang, usulannya belum turun juga dari pemerintah,” ugkapnya.
Namun, kata dia, semua itu mengandung risiko, salah satunya berkaitan dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta anggaran.
Akan tetapi, kalau UPTD ini terbentuk akan sangat menguntungkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Walaupun pelayanan administrasi seperti KTP dan lain-lain gratis, tapi tetap saja masyarakat harus mengeluarkan biaya untuk transportasi.
Coba saja bayangkan, dari Bojonggambir ke pusat kota, ongkosnya berapa. Kalau didekatkan, tidak akan seperti itu. Terkait kendala transfer datakan sekarang mah bisa online, jadi bukan lagi kendala,” bebernya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.