Satu Suara Dewan Lebih Berpengaruh Ketimbang Ribuan Pengunjuk rasa

Ada ribuan pengunjuk rasa menuntut satu hal. Secara jumlah banyak, namun dampaknya belum tentu terasa. Sekadar menyampaikan aspirasi. Melontarkan
tuntutan. Beda halnya dengan satu suara anggota di legislatif. Satu suara kolektif bisa menyelamatkan banyak hal.
“Ketika ribuan orang, katakanlah ajengan, yang turun ke jalan, dan berdemontrasi ke pemerintah atau dewan. Bagaimana dampaknya?
Bandingkan dengan anggota legislatif yang punya kewenangan membuat aturan. Dengan satu tangan, dengan media politik ini, semuanya jadi mungkin,” tutur legislator DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Syihabuddin Romly.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan itu meyakini, ada banyak cara untuk mengubah satu keadaan. Salah satunya melalui jalur partai politik. “Kita tahu, untuk menjadi bupati, wakil rakyat dan lainlain semuanya harus melalui proses politik. Tidak bisa ujug-ujug. Politik lebih klik dan pas sebagai media yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat,” tandasnya.
Karenanya, bagi siapapun yang ingin masuk ke gedung dewan,memiliki keinginan, keberanian, dan kemampuan adalah modal awal yang mesti ada. Bukan anya ingin, tapi harus ada keberanian dan kemauan untuk bergerak. Mau silaturahmi, berani tampil di depan, berani berubah. Adapun terkait kemampuan, bisa dipelajari sambil belajar.
“Misalnya saya ini. Kalau secara basic, saya dari dunia pesantren dan lulusan jurusan ekonomi. Tapi,bukti sekarang saya mampu karena memiliki keinginan untuk belajar. Asalkan kita terus bergerak, yakin Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan sesuai dengan apa yang diharapkan,” paparnya.***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.