Raperda Pendidikan Dasar Itu Penting

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pendidikan Dasar yang merupakan inisiasi
Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya dimaksudkan untuk meningkatkan mutu
pendidikan.
Juga untuk mensinergikan antara Dinas Pendidikan dengan Kementerian Agama, sehingga
terjadi kolaborasi pendidikan formal, nonformal, dan informal. “Supaya ada kepedulian
pemerintah terhadap semua unsur pendidikan. Jangan sampai yang 20 persen itu hanya untuk
anggaran pendidikan formal saja,” kata Drs. H. Yono Kusyono, M.Pd, Anggota Komisi IV
DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, pendidikan nonformal seperti madrasah Diniyah Takmiliyah bisa
dikolaborasikan dengan pendidikan formal. Semua itu akan terwujud apabila ada payung
hukumnya. Selama ini yang berkaitan dengan program pendidikan hanya dijalankan atas
dasar instruksi, bukan berlandaskan peraturan.
“Pendidikan itu tanggung jawab tiga unsur, pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Selama ini
yang digarap hanya pendidikan formal, nonformalnya mana? Lembaganya mana, kepedulian
anggarannya mana?” tanya anggota Dewan Fraksi PDI Perjuangan itu.
Dia berharap, keberadaan raperda tersebut nantinya mampu menselerasakan antara
pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik. Soalnya, pendidikan dasar itu merupakan
pola pendidikan yang seharusnya mampu mengintegrasikan antara pendidikan formal, non
formal, dan informal.
“Bagaimana caranya pendidikan pada anak-anak bukan hanya ditekankan dalam penguasaan
materi pelajaran, tapi penyelenggaran pendidikan itu harus mampu membentuk karakter
siswa. Dan kami berharap ada masukan juga dari semua pihak. Silahkan pelajari raperda
tersebut. Rencananya akan kita bahas di masa persidangan ketiga,” tandasnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.