Pemanfaatan Aset Harus Saling Menguntungkan

Permasalahan pembagian aset antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya sudah selesai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memberikan komplek olahraga Dadaha kepada Pemerintah Kota (Pemkot). Sementara sebagai gantinya, Pemkot menyerahkan bantuan Sarana Olahraga (SOR) di Kecamatan Mangunreja. Pembangunan SOR sendiri hingga kini belum rampung.

ADAPUN aset milik Pemkab Tasikmalaya yang masih ada di wilayah kota, di antaranya, Pendopo. Menurut Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya H. Ruhimat, pendopo jelas milik Pemkab. Sebab aset tersebut sudah ada jauh sebelum terjadinya pemekaran daerah, sebagai bakal lahirnya Pemkot Tasikmalaya. Sekalipun demikian, Ruhimat juga menekankan kalau urusan Pendopo jangan menjadi permasalahan serius.

“Pendopo itu mengandung nilai sejarah. Karena itu, saya kira, Pendopo harus tetap menjadi milik induknya; yakni Pemkab Tasikmalaya. Kalau mau, diurus bersama sama saja dengan Pemkot. Kan bisa dijadikan cagar budaya, atau apa begitu,” ujar Ruhimat.

Selain Pendopo, memang ada beberapa aset yang berada di luar wilayah administrasi masing-masing daerah. Untuk hal ini, bagi Ruhimat, ketimbang berpolemik lebih baik mencari cara yang efektif untuk memanfaatkannya. Yang terpenting setiap asep pemerintah tidak terbengkalai. Tentu, katanya, pemanfaatan aset mesti berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Aset itu harus bermanfaat untuk Pemkab, juga untuk Pemkot. Ini jelas harus menjadi pertimbangan. Jangan sampai merugikan satu sama lain,” tambahnya.

Masih kata Ruhimat, ada sebuah contoh yang mesti dijadikan cerminan. Pada masa kepemimpinan Bupati Uu Ruzhanul Ulum, Pemkab Tasikmalaya berencana membangun pusat pembelanjaan di area eks terminal Cilembang. Pada prosesnya, Pemkab menggandeng pihak ketiga sebagai mitra kerjasama.

Namun, rencana tersebut tidak terealisasi. Sebab tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Kota. Peristiwa seperti inilah yang menurut Ruhimat jangan sampai terjadi kembali. Pada intinya, pemanfaatan aset harus saling menguntungkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.