PDUP Tidak Jelas Sumbang PAD

Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya, mempertanyakan keberadaan Perusahaan Daerah
Usaha Pertambangan (PDUP) Kabupaten Tasikmalaya soal ketidakjelasan dalam
menyumbang Pendapatan Anggaran Daerah (PAD). Lebih parahnya, terdengar Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD) tersebut, akan mengubah nama menjadi PT Tamaya.
“Kata siapa ada PT Tamaya? Pengusulan tahun kemarin kita tolak di rapat paripurna, karena
tidak jelas. Saya ingin jelas dulu, program kerja PDUP saja tidak jelas. Hanya diberikan pom
bensin, itu pun sampai hari ini pemasukannya tidak jelas,” kata Arip Rachman, ketua Komisi
I DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, keberadaanya patut dipertanyakan, selain tidak ada kejelasan dalam
menyumbang PAD. Adapun terkait akan berubahnya PDUP menjadi PT Tamaya, itu hanya
berdasarkan keinginan sebelah pihak dari direksi PDUP.
“Pembahasan di eksekutif saja tidak ada, ini hanya didorong oleh direksi PT PDUP.  Tidak
ada komunikasi dengan pihak eksekutif, tidak ada pembahasan untuk peningkatan status
perusahaan,” terangnya.
Selama ini, PDUP hanya mengelola aset yang dimanfaatkan untuk SPBU. Misalnya, yang
berada di Jl. RE Martadinaya, Cipedes, Kota Tasikmalaya, dan Cikatomas, Kabupaten
Tasikmalaya, padahal PDUP dibentuk untuk mengelola yang berkaitan dengan tambang.
“PDUP itu dulu dibuat untuk menjadi perusahaan tambang milik daerah, tetapi sekarang kan
usahanya bukan ditambang. Malahan di POM Bensi, terus pemasukannya juga tidak ada
kejelasan,” tandasnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.