Optimalisasi Kinerja Dewan Melalui Rencana Kerja

MENJADI anggota dewan bukan profesi yang main-main. Ada amanah rakyat
diemban.  Karenanya, kinerja yang dilakukan harus optimal. Maksimal dalam menjalankan
fungsi dewan, yang berkaitan dengan anggaran, legislasi, dan pengawasan.
“Saya terus berupaya agar fungsi kedewanan yang dijalankan berjalan dengan baik. Salah
satunya saat ini, ketika ada pengajuan revisi kami berupaya untuk mengetatkan pengawasan
kepada eksekutif,” terang H. Ruhimat, ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut dia, program kerja tidak boleh sembarang, perlu dirancang dengan baik dan
dipersiapkan dengan matang, sehingga rencana kerja yang berkaitan dengan
programpembangunan dapat dicapai sesuai target.
“Alhamdulillah, selama ini peraturan yang dibuat kami terbilang optimal. Apa itu peraturan
yang diusulkan eksekutif maupun oleh legislatif. Memang tugas
kami hanya sebatas persoalan pengawasan, anggaran dan legislasi,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya berupaya untuk menekan belanja pegawai pada Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) lebih kecil. Terbukti, walaupun APBD murni 2018 menurun,
namun belanja pembangunan bisa meningkat sampai 5 persen.
“Awalnya kurang dari 25 persen, sekarang sudah sampai 30 persen. Bagaimana kami
mendorong agar belanja daerah ini pada pembangunan. Pada kepentingan masyarakat
langsung. Bukan hanya didominasi oleh belanja pegawai,” tegasnya.
Akan tetapi, kebutuhan untuk belanja pegawai tidak sepenuhnya bisa dibendung. Pasalnya,
berkaitan dengan kebutuhan pegawai yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. terlebih, jumlah
anggaran yang diberikan dari pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) itu sekitar 70
persen yang diperuntukkan untuk belanja rutin pegawai.
“Saya melihat, DAU ini tidak mempertimbangkan untuk kepentingan belanja pembangunan,
melainkan ukurannya untuk belanja rutin, jumlah pegawaidan lain-lain yang tidak berkaitan
dengan belanja pembangunan. Berapa orang yang mutasi, berapa yang diangkat, selalu
standarnya kesana, bukan pada belanja pembangunan,” pungkasnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.