Menjaga Ritme Sillaturrahmi, Komunikasi, Doa, dan Merawat Energi Trah Sukapura

Ratna Dewi, SE. merupakan satu dari sedikit kaum perempuan yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyak Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya. Ia bagian dari anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F PAN). Melenggang ke gedung dewan dari daerah pemilihan (Dapil) 6 Kabupaten Tasikmalaya.

RATNA aktif di dunia politik praktis sejak sekitar tahun 2009-an. Mula-mula masuk struktur partai sebagai bendahara di Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Takdir kemudian membawanya lebih jauh. Hingga kemudian memfokuskan diri di ranah perpolitikan.

Pada perhelatan pelimihan legislatif (Pileg) 2019, Ratna ikut serta dalam medan kontestasi. Yang menjadi pesaingnya bukan hanya para politisi perempuan, tetapi juga politisi laki-laki. Bahkan banyak di antara pesaingnya yang boleh dikatakan lebih senior. Ratna sendiri, pada saat pertama kali mencalonkan diri, masih bermodalkan ijazah SMA, karena belum sempat menyelesaikan kuliahnya.

“Satu dari sekian hal yang sangat saya syukuri adalah karier politik saya yang sejak awal selalu lancar dan mulus. Walaupun seorang perempuan, tetapi ternyata terbukti, saya bisa menjadi pemenang. Begitupun di internal partai, sekarang saya sudah menjadi pengurus di Dewan Pimpinan Daerah, yaitu menjabat sebagai wakil sekretaris,” aku Ratna.

Sejak berpolitik, Ratna tidak pernah berpindah-pindah partai. Memilih konsisten di PAN. Terkait pilihannya jatuh ke PAN, menurutnya, karena PAN terlanjur cocok dengan pribadinya. Faktor kader yang muda-muda serta gerakan yang sesuai hati nurani, diakuinya sebagai daya tarik yang paling menonjol dari PAN.

Sejatinya, Ratna mempunyai riwayat hidup cukup panjang sebagai pengusaha. Tidak kurang dari lima tahun—sebelum kemudian fokus berpolitik—ia menekuni bisnis di bidang kontraktor; menangani projek-projek pengadaan dan pekerjaan fisik. Walaupun dengan rendah hati ia mengakui, kalau bisnisnya itu “kecil-kecilan saja”.

Tetapi ternyata semua itu belum cukup. Ada tekad besar dalam dirinya untuk menjadi manusia yang jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak. Karena itulah ia memilih mengubah haluan ke dunia politik, kemudian masuk lebih dalam dan fokus di sana sejak resmi menjadi anggora dewan.

“Saya orangnya kan suka bersosial. Mungkin ini (berpolitik, red) juga salah satu cara saya untuk membantu masyarakat. Yaitu dengan menampung dan menyalurkan aspirasinya. Tentu sekuat dan sebisa saya. Insya Allah saya perjuangkan,” papar anak ketiga dari empat bersaudara itu kemudian.

Ada hal-hal mendasar yang paling ingin Ratna perjuangkan. Pertama, ia hendak menunjukan kepada kaum perempuan, bahwa hakikatnya mereka punya hak dan kesempatan yang sama dengan laki-laki, saat berkiprah di bidang apapun. Kedua, sebagai perempuan, ia juga ingin mengangkat dan memberdayakan kaum perempuan secara ekonomi dan sosial. Keinginan ini hendak diwujudkannya dalam bentuk kebijakan negara serta pemerintah daerah. Yaitu kebijakan yang benar-benar menyentuh dan berpihak kepaarda kaum perempuan.

Di samping itu, ada kesadaran yang selalu Ratna jaga, bahwa di antara esensi berpolitik adalah soal perawatan. Dalam arti selalu menjaga ritme sillaturrahmi serta komunikasi dengan konstituen. Melalui proses ini juga ia mengukur diri, kalau dalam titik tertentu, tidak semua aspirasi masyarakat dapat diwujudkannya. Sehingga tak segan untuk memohon maaf masyarakat atas keterbatasan dirinya.

“Selain itu, kunci kesuksesan karier politik saya itu terus berdoa. Saya juga menjaga serta merawat energi trah Sukapura. Maksudnya, kebetulan, dari pihak ibu, garis keturunan saya ini masih nyambung ke Sukapura. Tapi, barang kali itu kebetulannya,” lanjut ibu bagi satu anak itu sambil tersenyum.

Persisnya, kalau Ratna tidak salah mengingat, dari garis keturunan pihak ibu, ia merupakan keturunan ke-15 dari silsilah Dalem Sawidak Sukapura. Tetapi, katanya, faktor “perempuan” menyebabkan sang ibu tidak mencantumkan gelar “raden” pada namanya, berbeda dengan saudara-saudara laki-lakinya. Alhasil, Ratna dan ketiga saudaranya pun tanpa menerakan gelar “raden” pada namanya.

Tentang keluarganya itu, Ratna mengaku sangat beruntung karena selalu mendapat dukungan penuh dari keluarga. Berbagai macam cara support dari keluarganya ia dapatkan. Terutama sekali soal pengertian, karena tidak bisa tidak, posisinya sebagai wakil rakyat pada momen-momen tertentu lebih banyak menghabiskan waktu dan perhatian di luar rumah.

“Alhamdulillah, keluarga sangat memahami posisi saya. Kalau lagi di kantor atau lagi sibuk misalnya, ya, mereka ngerti kalau tidak bisa ketemu sama saya. Makanya, kalau saya lagi di rumah, pokoknya saya full dengan keluarga. Kumpul bersama keluarga,” pungkasnya.

Data Diri

Nama                         : Ratna Dewi, SE

Tempat, Tgl Lahir    : Tasikmalaya, 27 April 1975

Jabatan                       : Anggota DPRD

Unit Kerja                  : DPRD Kabupaten Tasikmalaya

Partai                          : Partai Amanat Nasional

Status                         : Kawin

Alamat Kantor          : Komplek Perkantoran Jl. Bojongkoneng Sukaasih

  Bypss Singaparna

Alamat Rumah         : Kp. Taraju RT/RW 18/04 Desa Janggala

  Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.