Legislatif Respons Positif Revisi RPJMD

PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya mengajukan revisi RPJMD. Gayung bersambut.
Legislatif merespons positif. Hal tersebut tepat dilakukan melihat adanya beberapa program
yang dirasakan kurang produktif dan memerlukan penyelarasan.
“Sesuai tahapan, draf RPJMD itu bakal dibahas eksekutif-legislatif. Nanti
DPRD akan mengajukan revisi sesuai dengan usul masing-masing komisi dan fraksi. Fokus
revisinya pada tiga point, yaitu kemisikinan, pariwisata, dan pertanian,” papar H. Ruhimat,
ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Semua itu dilakukan, melihat potensi Kabupaten Tasikmalaya dalam bidang perekonomian,
pariwisata dan pertanian sangat banyak. Semua itu memerlukan keseriusan dalam
pengelolaan. Sehingga pola penganggarannya pun harus bersifat fokus dan tepat. “Kita
andalannya di tiga itu. Di Pertanian misalnya, kita bukan diproduksi pabrikan, bukan dibahan
jadi atau setengah jadi. Tapi dibahan bakunya, sehingga kita perlu mengembangkannya,”
terangnya.
Bidang ekonomi, lanjut dia, karena persoalan kemisikan di Kabupaten Tasikmalaya masih
tinggi. Perlu adanya program-program pemerintah yang mampu menanggulanginya. “Bukan
untuk diberantas atau dibebaskan, tapi bagaimana kemiskinan ini bisa tertanggulangi, bisa
teratasi, bisa terlayani, bisa tercover lebih awal oleh pemerintah,” ujarnya.
Selanjutnya, berkaitan dengan pariwisata, karena wilayah Kabupaten Tasikmalaya terdapat di
kelilingi oleh pegunungan dan pantai. Hal tersebut, menjadi potensi yang perlu
dikembangkan untuk mendongkrat PAD.
“Di kita ada Galunggung, kenapa bisa kalah sama kota-kota lain. Padahal sama-sama gunung.
Terus pantai Cipatujah, kenapa bisa kalah dengan Pangandaran, ini kan jadi persoalan.
Padahal keadaannya tidak jauh beda. Pantainya sama, teduhnya sama, malahan kalau
dibanding-bandingkan kayanya lebih baikan pantai selatan dikita,” bebernya.
Selain untuk melakukan penyelerasan dengan amant konstitusi dan program yang berpihak
pada rakyat. Juga sebagai upaya untuk mengukur anggaran tahunan, sehingga nantinya kita
mampu menggali potensi apa yang bisa dikembangkan untuk menaikkan APBD tersebut.
“Karena mereka punya ukuran. Kemampuan anggaran kita sampai tahun 2021 berapa,
capaian kinerja dalam RPJMD itu yang sudah tercapai dan belum tercapai. Itu hasil
evaluasian tahun-tahun sebelumnya dan analisaan tahun berikutnya. Revisi ini sangat
wajar dilakukan, mengingat sekarang itu masa-masa kampanye, takut-takutnya ada
penyalahgunaan program,” terangnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.