Kinerja ASN Pemkab Tasik Jelek

Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya untuk
pegawai sangat besar. Jauh berbeda dengan alokasi anggaran yang diperuntukkan belanja
pembangunan.
Tetapi, kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten
Tasikmalaya sangat jelek. “Itu mengecewakan. Di satu sisi dalam pengelolaan anggaran
mendapatkan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian, red), sementara di sisi kinerja mendapatkan
nilai CC,” tutur Arip Rachman, ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Hal tersebut, kata dia, dilihat dari hasil penilaian evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (LAKIP) terhadap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, tahun anggaran
2017 mendapatkan nilai CC.
“Ini yang akan kita dorong. Mungkin kinerja kurang karena tidak ada pekerjaan, saat ini
seolah tertuju di satu dinas,” tandasnya.
Semua itu, lanjut dia, diakibatkan karena pemkab terkesan berjalan sendiri dalam
menjalankan pemerintahannya. Tidak ada kebersamaan antara eksekutif dengan legislatif.
Selain itu, tidak sedikit pembangunan yang ujug-ujug ada tanpa sebelumnya direncanakan
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Ya, itulah Kabupaten
Tasikmalaya. Tidak tahu bagaimana. Kenapa bisa seperti itu, pantas dapat dinilai CC juga
karena kinerjanya jelek,” ujarnya.
Padahal, tidak sedikit cara yang bisa dilakukan untuk merencanakan pembangunan.
Misalnya, melalui hearing, rapat konsultasi, namun semua itu jarang dilakukan terkesan
pihak eksekutif berjalan sendiri.
“Saya selalu sampaikan ketika ada rapat bagar, acuan kita itu RPJMD tapi selalu melenceng.
Terlalu banyak yang didahulukan itu bukan urusan wajib, tiba-tiba banyak program yang
tidak ada dalam RPJMD yang berjalannya,” pungkasnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.