Kesejahteraan Perawat Honor Tergantung Itikad Baik Kepala Daerah

Perawat honor yang tergabung dalam Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesias (GNPHI)
Kabupaten Tasikmalaya menuntun kesejahteraan. Itu terkait intruksi Bupati Tasikmalaya Uu
Ruzhanul Ulum yang sudah mengeluarkan maklumat pada akhir Juni 2018 lalu bahwa
perawat honorer akan diberikan legalitas penugasan atau SK.
Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Ami Fahmi ST, mengatakan, pihaknya akan
berusaha mendorong pihak eksekutif untuk menyelesaikan tuntutan GNPHI. Terlebih, ada
maklumat langsung dari bupati soal akan diberi surat keterangan penugasan bagi perawat
honorer. “Kita akan berusaha mendorong apa yang menjadi harapan mereka,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut tergantung adanya itikad baik dari kepala daerah untuk
mengangkat tenaga perawat honorer menjadi tenaga kontrak. Sehingga berdampak pada upay
yang layak. Terlebih kebutuhan tenaga medis atau perawat honorer ini sangat penting dan
akan berakibat patal apabila sampai mogok kerja.
“Kebutuhan tenaga kesehatan sangat mendesak. Makanya kita fasilitasi dan dorong kepada
eksekutif untuk direalisasikan. Karena kalau sampai mogok kerja pelayanan kesehatan akan
lumpuh,” ungkapnya.
Sementara itu, Cecep Mulyana, mengungkapkan, selama ini petugas tenaga honorer masih
jauh dari sejahtera. Pasalnya, honor perawat honorer baik yang bertugas di rumah sakit
BLUD atau puskesmas beragam. Dan semua itu dari belas kasih ASN, kisarannya Rp 200 s/d
300 ribu.
“Kita meminta supaya maklumat tersebut direalisasikan oleh pemerintah daerah. Sehingga
kita menjadi jelas sebagai petugas ketika melayani masyarakat,” terang Ketua Korda GNPHI
Kabupaten Tasikmalaya itu.
Perawat honorer, kata dia, yang bertugas di Kabupaten Tasikamalaya berjumlah sekitar 418
orang. Dan petugas perawat dalam bidang kesehatan sangat vital dan krusial dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa perawat selalu ikut menyukseskan program pemerintah.
Bayangkan saja kalau di puskesmas dan rumah sakit perawat tidak ada. Pasien masuk siapa
yang merawatnya,” tegasnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.