Kabag Persidangan dan Humas Setwan serta Kadis Pendidikan Kabupaten Tasik Menerima Kunker DPRD Kabupaten Kebumen

Kabupaten Tasikmalaya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya kedatangan kunjungan kerja (Kunker) dari Komisi A dan Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen, Selasa (15/9/2020). Namun, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya juga tengah melakukan Kunker ke daerah lain.

Dengan demikian, yang menerima Kunker DPRD Kabupaten Kebumen adalah Sub Bagian (Subag) Persidangan Sekretariat Dewan (Setwan) dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya. Disdik ikut hadir karena Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen membidangi pendidikan.

Ketua DPRD Kabupaten Kebumen yang turut serta dalam Kunker, Sarimun memaparkan, bahwa pihaknya tidak bisa terlalu fokus pada pembahasan Kunker, karena semua anggota dewan Kabupaten Tasikmalaya kebetulan sedang tidak ada.

“Kalau soal pendidikan, kami bisa fokus, karena ada Kadis Pendidikan. Kalau soal insfrastruktur, yang kaitannya dengan Komisi D, kami membahas sebatas soal kesektretariatan,” terang Sarimun.

Sekalipun demikian, Sarimun mengaku bahwa masih ada pembelajaran yang bisa dibawa pulang. Antara lain soal teknis pelaksanaan reses.

“Soal reses ini kita ada perbedaan. Di sini, reses itu waktunya tiga hari. Sementara kami di Kebumen melaksanakan reses cuma satu hari untuk di satu tempat. Tapi kami juga jadwalnya tiga hari, cuma yang dipakai sehari,” aku Sarimun.

Sementara soal pendidikan, Kepala Disdik, Dadan Wardana menuturkan, bahwa DPRD Kabupaten Kebumen antara lain menanyakan soal pembelajaran tatap muka dan seputar pemenuhan standar kualitas mutu pendidikan.

“Saya sampaikan bahwa di Kabupaten Tasikmalaya, sempat zona kuning dan hijau. Tetapi itu minggu sebelumnya. Kondisi hari ini kan kita zona oranye, jadi pembelajaran tatap muka di Kabupaten Tasikmalaya belum bisa dilaksanakan,” terang Dadan.

Faktor lain yang tidak memungkinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, terang Dadan, adalah sarana dan prasarana protokol kesehatan yang belum memadai di setiap sekolah. Juga dari sisi situasi kondisi Covid-19 belum landai.

“Kita juga beritahukan bahwa dalam kondisi Covid-19 ini, kita sudah membuat modul pembelajaran di masa pandemi, yang sudah diedarkan kepada para kepala sekolah dan UPTD serta masyarakat di lingkungan sekolah. Isinya supaya mereka mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan,” sambungnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.