Inovasi Dongkrak PAD Melalui Penataan Pasar Tradisional

Perencanaan penataan pasar tradisional belum secara signifikan dilakukan, sehingga hal
tersebut tidak mampu mendongkrak Pendapatan Anggaran Daerah (PAD)  Pemerintah
Kabupaten Tasikmalaya. Karenanya, pemerintah harus terus berinovasi untuk menggerakkan
roda perekonomian masyarakat.
“Terkait penataan pasar, pemerintah daerah bisa merencanakannya. Masyarakat harus punya
posisi tawar, sehingga pembeli itu datang ke pasar, bukan masyarakat datang membelinya ke
tengkulak,” ucap H. Ruhimat, ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, jangan sampai transaksi jua-beli yang dilakukan masyarakat di luar pasar.
Selain untuk menghindari monopoli harga dari salah satu pengusaha, juga untuk
meningkatkan daya tawar para pedagang di pasar tradisional.
“Pemerintah harus melakukan perencanaan terhadap pasar, sampai saat ini belum ada pasar
yang ditata. Bagaimana mau meningkatkan PAD, hal kecil saja tidak dilakukan. Padahal
untuk saat ini PAD masih didominasi oleh pajak bumi dan bangunan,” ungkapnya.
Menurut dia, kalau PAD hanya mengandalkan dari Pajak Bumi dan Bangunan, pemerintah
secara tidak langsung akan membebani masyarakat. “Dari pajak itu berat, tapi kalau dari
retribusi pasar, penerangan jalan umum,  atau bisa dengan melakukan penataan wisata.
Kesemuanya itu mampu dan bisa dilakukan oleh pemkab,” tandasnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.