Rehab Taman Setda, Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Dana Rp 1,6 Miliar

SINGAPARNA—Sejak awal November, bilik bambu menutupi sebagian taman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya memang berniat mempercantik taman Setda, yang kini sedang dalam tahap pengerjaan. Hingga selesai, rehab taman Setda akan membutuhkan waktu hingga dua bulan (60 hari kerja)—hingga akhir Desember 2019.

Taman Setda sendiri menjadi ruang publik, di mana setiap hari Minggu pagi masyarakat berduyun-duyun mengunjunginya. Untuk memanjakan pengunjung, maka taman akan dibuat indah dan bikin betah.

Projek pengerjaan rehab taman Setda menjadi tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya. Untuk pengerjaannya, Pemkab Kabupaten Tasikmalaya mengalokasikan dana sebesar Rp 1,6 miliar.

“Dana itu bersumber dari APBD dan DAU tahun 2019. Untuk tahun ini yang dibangun hanya satu taman, tepatnya samping DPRD, karena keterbatasan anggaran,” ujar Yafit, Kepala Bidang Bangunan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, dan Permukiman; Selasa (26/11/2019).

Taman Setda yang terletak di samping gedung DPRD itu dibangun di atas sebidang tanah dengan luas 6.100 meter persegi. Sebelum direhab, di atas taman tersebut sudah ditanami pepohonan yang cukup tinggi. Sehingga taman sudah tampak teduh dinaungi dedaunan.

Rehab taman antara lain akan menggunakan budaya dan kesenian tradisional daerah, yang salah satunya memasukkan unsur batik. Inilah yang kelak akan menjadi pembeda atau perubahan dari taman sebelumnya.

“Salah satu motif batik akan diterapkan antara lain pada pembuatan hiasan bunga dan daun. Sengaja kita terapkan motif batik untuk memberi pengajaran atau pengingat bagi para pengunjung, bahwa Kabupaten Tasikmalaya punya budaya tradisional. Jadi, harus dilestarikan,” lanjut Yafit.

Berhubung akan ada pergantian konsep, bukan tidak mungkin jika nantinya akan ada beberapa pergantian jenis pohon. Pepohonan yang dikira tidak sesuai dengan konsep yang baru, mungkin akan diganti dengan menanam pohon yang lebih serasi dengan konsep.

“Selain akan lebih terlihat terbuka dan nyaman, taman Setda ini di pelatarannya akan disiapkan burung merpati, sebagai daya tarik tambahan. Jadi, pengunjung bukan lagi hanya melihat taman, tetapi juga bisa sambil memberi pakan burung merpati,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply