Ribuan Aparatur Desa Kompak Sampaikan Aspirasi ke DPRD

SINGAPARNA—Rabu (06/11/2019), halaman gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya penuh dengan kendaraan operasional pemerintah desa. Sekalipun demikian, mobil terparkir berjejer dengan sangat rapi. Pemandangan tersebut menjadi pemandangan paling mencolok di halaman Setda siang itu.

Dengan menggunakan kendaraan operasional pemerintah desa, ribuan aparatur beserta staf desa se-Kabupaten Tasikmalaya—yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi)—kompak mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya untuk menyampaikan aspirasi.

Selain aparatur desa dan anggota DPRD, di dalam gedung DPRD hadir antara lain Para Kadis, Perwakilan Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Kapolres Kabupaten Tasikmalaya, dan Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya.

Salah satu aspirasi yang disampaikan, sebagaimana diinformasikan oleh Panji Permana selaku Ketua Apdesi Kabupaten Tasikmalaya; adalah mempertanyakan alasan belum turunnya Dana Desa (DD) tahap III tahun 2019 dan Alokasi Dana Desa (ADD). Kemacetan pencairan DD dan ADD sudah menyendat laju pengkajian dan pembangunan di setiap desa.

“Jadinya sejumlah desa mesti menggunakan dana talang, antara lain untuk membayar honor aparat desa. Karena pembangunan kan berkorelasi dengan pelayanan masyarakat di desa, jadi harus tetap berjalan,” Panji memaparkan.

Pihak desa sendiri, terang panji lebih lanjut, sudah menyerahkan laporan administrasi ke pihak pemerintah kabupaten (Pemkab). Tetapi proses pencairan masih belum terjadi. Konon penyebabnya adalah perubahan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) di tubuh Pemkab Tasikmalaya.

“Apapun itu alasalannya, mestinya penyesuaian harus segera dilakukan, termasuk mengenai pencairan anggaran ke desa,” tambah Panji.

Sebagai bentuk protes, para kepala desa bahkan berniat akan mengembalikan kendaraan operasional pemerintah desa—yang sudah terparkir di halaman Setda—ke pihak Pemkab Tasikmalaya.

Aksi para aparatur beserta staf desa tersebut mendapat respon dari Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin. Ia mengkui kalau untuk sebagian desa memang belum menerima pencairan DD dan ADD. Sementara untuk sebagian desa lainnya sudah cair.

“Untuk yang belum cair, kemungkinan akan dikucurkan minggu depan,” kata Nuraedidin.

Respon lain datang dari Ami Fahmi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Ia menginformasikan kepada para aparatur serta staf desa yang hadir mengenai pembahasan dan persetujuan hasil evaluasi gubernur terhadap APBD perubahan yang sudah diterima dewan.

“Kita sudah terima hasil evaluasinya. Tinggal dibawa ke agenda rapat paripurna terdekat. Pada prinsipnya, setelah ada persetujuan DPRD, sejatinya itu tidak ada lagi persoalan atau masalah terhadap pencairan anggaran,” ujar Ami singkat.

Be the first to comment

Leave a Reply