Sasak Gobang; Jembatan Penghubung Kota dan Kab. Tasikmalaya Butuh Perbaikan

pejalan kaki, pengendara sepeda motor juga banyak yang melintasi Sasak Gobang. Mobil sudah tidak mungkin melintas di atas jembatan. Meski rangka Sasak Gobang terbuat dari besi, kokoh, tetapi setengah dari lantai perlintasan tinggal tersisa sebelah saja, dengan bantalan kayu.

Kondisi itulah yang membahayakan pengguna jembatan. Tetapi apa boleh buat, masyarakat terpaksa tetap menggunakannya, sebab tidak ada jalur alternatif yang lebih efisien. Sementara Sasak Gobang memfasilitasi masyarakat yang hendak menyebrangi Sungai Cikalang.

Kian bahanya di musim penghujan. Bantalan kayu—sebagian ada yang sudah rapuh—menjadi licin. Salah-salah memilih pijakan, siapa pun terancam terperosok, tergelincir, lalu jatuh ke sungai. Sebagai bentuk kehati-hatian, sebagian pengendara motor memilih untuk sejenak menuntun motornya, alih-alih mengendarainya.

Pengguna Sasak Gobang antara lain warga Purbaratu, Kota Tasikmalaya, yang hendak berbelanja di Pasar Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Begitu juga para pelajar asal Purbaratu yang sekolah di Manonjaya. Dengan menggunakan jembatan ini, warga Purbaratu cuma butuh waktu lima menit untuk sampai ke Manonjaya.

Memang ada jalur lain yang dapat digunakan. Tetapi ruteunya melingkar, melintasi kawasan Cibeureum. Butuh waktu jauh lebih lama untuk sampai ke tujuan, yakni sekitar 30 menit, jika mengendarai sepeda motor.

Laman pikiran-rakyat.com mengutip wawancarai Asih (49), warga Kampung Gobang, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu; pada Jumat (14/06/2019). Darinya terhimpun informasi bahwa Sasak Gobang sudah rusak sejak 2018.

“Ini mah jalan hidup. Sangat strategis dan ramai dilintasi warga siang dan malam,” ujar Asih.

Sementara bagi Wawan Supratman (55), warga Kampung Cintamanah, Kelurahan Singkup, yang berprofesi sebagai tukang ojek; Sasak Gobang jelas sangat penting. Keselamatan penumpang adalah tanggungjawabnya.

“Kalau penumpang merasa ngeri, biasanya minta turun dulu. Yang lewat sini kan banyak, bukan orang sini saja, dari Banjar yang ke kota (Tasikmalaya) juga,” ujar Wawan.

Be the first to comment

Leave a Reply