Harapan Uu Ruzhanul Ulum; “Ulama Bersatu Jelang Pilkada Kab. Tasikmalaya 2020”

SALOPA—Satu tahun ke depan, Kabupaten Tasikmalaya akan menggelar hajatan demokrasi dalam bingkai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Tepatnya memilih Bupati-Wakil Bupati, untuk menentukan siapa yang berhak menjadi orang nomor 1 dan nomor 2 di Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan keterangan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya, Azam Zamaludin, tahapan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 akan dimulai pada September 2019.

Tahapan pertama adalah KPU akan mempersiapkan tahapan pilkada. Sedangkan pencoblosan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya akan berlangsung pada September 2020. Ia berharap supaya Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 berjalan lancar dan aman, meski Pemilu 2019 sangat menguras tenaga dan waktu para penyelenggara Pemilu.

Hajatan demokrasi tersebut juga tidak luput dari perhatian Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Uu Ruzhanul Ulum. Sebab, di samping sebagai Wagub Jabar, dirinya termasuk bagian dari warga Tasikmalaya dan juga merupakan mantan Bupati Tasikmalaya.

Satu dari banyak harapan Uu, dalam menyambut Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020, adalah agar para ulama di Kabupaten Tasikmalaya tetap bersatu dan bersepemahaman sama tentang kriteria pemimpin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya.

Harapannya itu disampaikan di sela-sela Uu menghadiri undangan resepsi pernikahan putra pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Hikmah, Haur Koneng, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (16/6/2019).

Secara pribadi, Uu sendiri tidak ingin bicara soal figur atau kader partai mana pun yang pantas memimpin Kabupaten Tasikmalaya. Sementara harapannya itu dikhususkan untuk para ulama, supaya kesepakatan di antara para ulama dapat menjadi fatwa bagi masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 mendatang. Sehingga tidak terjadi perpecahan di antara masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan dukungan.

Maksudnya, Uu lebih jauh menuturkan, bahwa pengalamannya berkontestasi di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2015, saat dirinya berpasangan dengan Ade Sugianto; ia merasa kalau dukungan pondok pesantren begitu terbelah. Tiap pesantren, santri, dan ulama terseret arus politik berbeda meski akhirnya bisa disatukan kembali saat Uu dan Ade terpilih.

“Maka, supaya tak terulang, para ulama harus bersepakat dulu. Perlu diingat bahwa jaringan Pesantren di Kabupaten Tasikmalaya sangat kuat. Sehingga nuansanya berbeda dengan daerah lain,” lanjutnya.

Demi keamanan, kenyamanan, dan kelancaran Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020; Uu sendiri mengaku siap menginisiasi supaya terjadi kesepakatan para ulama. Berkenaan dengan waktu yang pas untuk menginisiasi pertemuan ulama, menurut Uu, nanti jika sudah dekat dengan pelaksanaan Pilkada.

“Saya, secara pribadi ingin ada kesamaan paham dulu. Terutama di para ulama pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya ini. Karena pengalaman saat Pilkada 2015 lalu, seolah terkotak-kotak,” pungkas Uu, seperti dilansir juga dalam jabar.sindonews.com, Minggu (16/06/2019)

Be the first to comment

Leave a Reply