DPRD Siapkan Dua Metode Pilih Wabup

Secara konstitusional, proses pemilihan Wakil Bupati (Wabup) Tasikmalaya berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dalam hal ini, DPRD Kabupaten Tasikmalaya sendiri sudah menyiapkan dua metode pemilihan Wabup pada sisa periode ini. Metode yang dimaksud, pertama musyawarah mufakat keputusan bersama dan kedua voting di tengah-tengah anggota dewan.

SECARA spesifik, teknis kedua metode pemilihan Wabup di atas diterangkan oleh H. Ruhimat, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Katanya, soal metode yang pertama diwujudkan dengan cara musyawarah yang melibatkan anggota dewan, bupati dan partai pengusung.

“Semua pihak yang ikut bermusyawarah itu langsung saja memilih satu nama sebelum rapat paripurna. Sehingga, pada saat paripurna, DPRD tinggal mengesahkan dan mengumumkan saja,” ujar Ruhimat beberapa waktu lalu.

Sementara teknis untuk metode yang kedua, lanjut Ruhimat, anggota DPRD berwenang penuh untuk memilih yang terbaik. Dengan catatan, partai pengusung yang terdiri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadial Sejahtera (PKS) mengusulkan dua nama.

“Dari dua calon Wabup itu, nanti dilihat, siapa yang lebih banyak pemilihnya di DPRD. Itulah yang dinilai terbaik. Setelah itu, baru hasilnya ditetapkan melalui rapat paripurna,” ujarnya.

Untuk itu, metode manapun yang nantinya akan digunakan, Ruhimat sekadar menyarankan supaya partai pengusung segera mengusulkan dua nama calon Wabup untuk mendampingi Ade Sugianto pada sisa periode ini.

Namun, sedemikian jauh Ruhimat juga memberi catatan kalau sebaiknya usulan dua nama tersebut harus berdasarkan keputusan partai pengusung dan Bupati Ade Sugianto. Di samping supaya pilihannya jatuh pada sosok terbaik, juga agar mampu bekerja beriringan tanpa konflik kepentingan antara bupati dengan wakilnya.

“Paling utama ini bupati harus ditanya, keinginannya berpasangan dengan siapa? Sehingga, usulannya benar-benar tepat dan bisa membawa Kabupaten Tasikmalaya lebih baik,” paparnya.

Dorongan terkait jabatan Wabup mesti segera diisi juga datang dari salah satu mantan Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Tatang Farhanul Hakim, MPd. Selaiknya Ruhimat, Tatang juga mengatakan bahwa partai pengusung harus secepatnya membahas dan mengusulkan dua nama ke DPRD untuk dipilih salah satu di antaranya menjadi Wabup.

“Ya harus secepatnya, mumpung saat ini sisa periode masih 22 bulan lagi. Partai pengusung pun harus menjalin komunikasi baik dengan DPRD yang mempunyai kewenangan memilih jabatan orang nomor dua di Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga nama-nama yang diusulkan partai pengusung bisa diterima oleh DPRD dan mampu bekerja dengan baik pada sisa periode ini,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.