DPRD Kabupaten Tasikmalaya Terima Curhatan Guru Honorer

Guru honorer di Kabupaten Tasikmalaya tiada lelah memperjuangkan haknya. Berbagai cara dilakukan. Salah satunya mendatangi kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk menyampaikan aspirasi mereka. Bahkan mereka sampai memilih cuti mengajar.

DI HADAPAN anggota dewan, guru honorer menyampaikan curhatan mereka. Semua unek-unek disampaikannya. Pada intinya, mereka meminta pengakuan secara hukum serta peningkatan kesejahteraan sebagai guru honorer. Aksi ini sendiri dalam rangka mengikuti kegiatan MoU dengan lembaga bantuan hukum GP Anshor Tasikmalaya, untuk memperjuangan kesejahteraan dan bantuan hukum.

Dalam curhatannya, banyak guru honorer yang mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan upah sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan. Bahkan di antara mereka ada guru yang sudah mengabdi selama belasan tahun.

“Saya sudah mengajar selama 10 tahun. Sejak 2009 saya mengabdi untuk ikut berupaya mencerdaskan anak bangsa. Sementara itu, gaji saya hanya tiga ratus ribu rupiah per bulan. Tentu saja enggak cukup,” ujar Tina Agustin, salah satu dari antara guru honorer yang hadir di kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Sejauh ini, alokasi anggaran untuk menggaji guru honorer berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tetapi, nominalnya memang masih terbilang minim. Untuk menutupi kekurangan biaya kebutuhan sehari-hari, banyak guru honorer yang terpaksa mencari penghadilan tambahan.

Tete Suherman, Ketua Forum Guru Honorer dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Tasikmalaya, pekerjaan sampingan yang dijalani oleh guru honorer, antara lain, menjadi driver ojek online.

“Saya lihat sepertinya ada juga yang jadi sopir ojek online buat menutupi kebutuhan sehari-hari tuh, karena gajih honorer memang minim,” ujar Tete.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.