Deni dan Tetep dalam Bahasan Fraksi-Fraksi di DPRD

Menyusul intruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta desakan dari Komisi I serta Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya tentang pengisian jabatan Wakil Bupati (Wabup), koalisi partai pengusung akhirnya memunculkan dua nama calon Wabup Kabupaten Tasikmalaya.

NAMA-NAMA calon Wabup yang dimunculkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sosial (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN); adalah Tetep Abdulatip dari PKS dan Deni R. Sagara dari PAN. Hal ini mendapat apresiasi dari fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Sekalipun demikian, belum banyak anggota dewan dari partai di luar koalisi yang menyatakan sikap dengan tegas. Salah satunya seperti yang disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, Ferry Willyam ST. Menurutnya, kedua nama calon Wabup tersebut belum secara resmi diajukan ke pihak DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Baru sebatas kesepakatan di antara partai anggota koalisi.

“Kita mengapresiasi, karena sudah munculnya dua nama calon Wabup, walaupun belum diusulkan ke DPRD. Karena itu kami belum bisa menentukan sikap. Harus dilakukan pembahasan secara internal dulu di tataran fraksi dan partai,” ujar Ferry.

Ferry mengakui kalau Deni R Sagara dan Tetep Abdulatip sama-sama figur politisi berpengalaman. Keduanya tercatat sebagai anggota DPRD; Deni R. Sagara anggora DPRD Kabupaten Tasikmalaya, sementara Tetep Abdulatip sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Sehingga, menurut Ferry, keduanya mumpuni untuk mengisi jabatan Wabup.

Selain Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) juga memiliki sikap yang senada. Di luar mengapresiasi, pihaknya belum bisa menjatuhkan pilihan kepada salah satu dari dua calon Wabup yang dimunculkan.

“Kita belum melakukan pembicaraan dengan semua anggota. Juga belum ada keputusan dari Pimpinan Golkar, ke mana kira-kira arah pilihan calon Wabup ini,” kata H. Ending Sunaryo, SPd., Ketua Fraksi Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya. 

Golkar, terangnya lebih lanjut, sedang menunggu adanya jalinan kontrak politik. Dalam arti komunikasi intens pengusung calon Wabup dengan Golkar. Setelah komunikasi itulah arah pilihan Golkar akan tampak dengan jelas. Ending menyebitnya dengan istilah “menempuh proses normatif di internal partai dan fraksi”.

Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tasikmalaya pun demikian. Sikapnya setali tiga uang dengan Fraksi Partai Demokrat dan Partai Golkar.

“Nanti diputuskan oleh internal fraksi dan partai. Tapi, pada intinya, kami sangat mendorong agar segera ada Wabup di sisa periode ini. Bagi kami, keduanya (red. Deni dan Tetep) sangat layak diusung menjadi calon Wabup,” ujar H. Ami Fahmi, ST., anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Di pihak lain, selaku Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ruhimat akan menempuh jalur normatif. Paling pendek, proses penetapan Wabup dapat melewati beberapa tahapan. Pertama-tama, koalisi partai pengusung mengajukan sekurang-kurangnya dua nama calon Wabup.

Kemudian, nama-nama tersebut diserahkan kepada pihak eksekutif, dalam hal ini Bupati Kabupaten Tasikmalaya. Tahapan selanjutnya, pihak eksekutif mengajukan nama-nama tersebut ke pihak legislatif, DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

“Ketika Bupati Ade Sugianto sudah final mengusulkan dua nama, Deni dan Tetep ke DPRD, nanti kita akan bawa ke rapat Banmus dulu untuk dibahas. Soal pilihan, itu dikembalikan ke masing-masing fraksi dan diserahkan ke pribadi dewan,” ujar Ruhimat.

Bagi Ruhimat sendiri, siapa pun yang nanti terpilih, baik Deni maupun Tetep, sama baiknya. Menurutnya, keduanya merupakan kader terbaik di partai masing-masing. “Deni merupakan legislator muda, sudah dua periode di DPRD. Pengalamannya sudah tidak diragukan lagi. Tetep juga politisi senior yang sudah berpengalaman. Pernah menjadi anggota dewan di DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Sekarang di DPRD provinsi Jawa Barat. Orangnya baik, pintar, seorang orator dan mubalig,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.