CNY Yakin, Exit Tol Bawa Perubahan Signifikan

SINGAPARNA—Menyikapi rencana pembangunan jalan Tol Bandung-Cilacap, di mana salah satu exit tol-nya berlokasi di wilayah Singaparna; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya menyarankan supaya eksekutif menyiapkan akses dan sarana penopang pembangunannya. Alasannya, supaya saat exit tol selesai dibangun, wilayah Singaparna tidak terdampak kemaceran serta tertatanya tata ruang wilayah ibu kota Kabupaten Tasikmalaya.

Permintaan tersebut antara lain disampaikan oleh salah satu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Ada beberapa akses atau sarana penunjang yang bisa disiapkan. Misalnya pemindahan pasar dan terminal Singaparna ke Kecamatan Padakembang. Jadi, nantinya, Alun-alun Singaparna akan lebih lengang,” ujar pria yang akrab dipanggil CNY kepada sejumlah media, Senin (30/09/2019).

Di samping itu, merampungkan pembangunan jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) menjadi solusi mengurai kemacetan, sebagai salah satu kemungkinan dampak dari keberadaan Tol Bandung-Cilacap. Termasuk juga pembangunan jalan Lingkar Utara (Lingtar).

Cecep sendiri begitu mengapresiasi keputusan pemerintah pusat yang meletakkan exit tol Bandung-Cilacap di wilayah Singaparna. Baginya, tidak dapat dimungkiri, kalau kehadiran exit tol tersebut akan membawa perubahan yang dignifikan.

“Contoh saja Soreang setelah ada Tol Pasir Koja-Soreang (Seroja). Sebelumnya, Soreang sulit dijangkau. Pertumbuhan ekonominya juga lambat. Saya masih ingat, dulu di sana harga tanah sekitar Rp 500-Rp 700 ribu per meter. Sekarang sudah Rp 7 juta,” lanjutnya.

Sedemikian jauh, dalam pandangan Cecep, perubahan juga akan terjadi pada taraf perekonomian masyarakat. Ketika akses jalan baru terbuka, banyak pemukiman bergeser ke dekat jalan tersebut. Tumbuhlah perekonomian, seperti pertokoan dan usaha lainnya.

Sekalipun demikian ia juga mewaspadai akan munculnya kemungkinan buruk yang akan terjadi. Misalnya, ia tidak berharap juka kemudian warga Singaparna malah menjadi korban spekulan para pengembang.

Maka itulah, sebagaimana disebutkan di muka, Cecep menyarankan supaya pihak eksekutif menyiapkan sarana penopang dan akses atas dibangunnya exit tol di Singaparna. Ia memprediksikan kalau pemerintah akan lebih kerepotan jika sampai terlambat memindahkan lokasi pasar dan terminal Singaparna. Bukan hanya akan terjadi penumpukan kendaraan, tetapi juga stabilitas kesejahteraan masyarakat juga akan ikut terganggu.

Yang terpenting, pada prinsipnya bagi Cecep, setiap pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya mesti merata dan tuntas. Jika tidak, Kabupaten Tasikmalaya hanya akan menyisakan cerita negatif. Sudah saatnya juga pembangunan berkembang ke wilayah pinggiran.

“Karena itu, Pemkab segeralah memulai pembebasan tanah untuk pembangunan akses jalan Lingkar Utara. Harus berani dari sekarang. Makin didiamkan, nanti nilai tanah makin tinggi, masyarakat lebih tahu,” ujarnya.

Langkah konkritnya, pemerintah daerah harus sudah mulai menjalin silaturahmi dengan masyarakat, sambil menyosialisasikan program pembangunan exit tol.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.