Cegah Virus Gay, Ketua MUI: Penting Ada Pembinaan

Menyusul ditemukannya akun grup gay di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Pimpinan
Pondok Pesantren Sukahideng, KH. Ii Abdul Basith, meminta kepolisian untuk melakukan
penyelidikan tentang validitas akun-akun gay itu dan segala aktivitasnya yang kini
menggelembung di jejaring sosial.
“Harus ada upaya dan terobosan segera untuk menutup segala celah dan tempat di Kabupaten
Tasikmalaya yang rawan digunakan perbuatan kemaksiatan semaca ini,” katanya.
Sebagai langkah antisipatif, setiap tokoh beserta guru-guru sekolah harus terus memberikan
pembinaan kepada anak didik di pesantren dan sekolah serta masyarakatnya, dengan
memberitahukan indikasi karakter seks yang menyimpang.
Mesti ditegaskan, penyimpangan seks tersebut merupakan penyakit menular. “Yang tidak
kalah penting adalah pemerintah, kepolisian, ulama dan seluruh elemen masyarakat, bekerja
sama membina anak anak dan anggota masyarakat yang telah dinyatakan menjadi korban
penyakit tersebut,” tutur kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten
Tasikmalaya.
Ditambahkan, pihak kepolisian diharapkan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang
berupaya menyebarkan dan memperkuat kelompok kelompok gay di wilayah Tasikmalaya.
Hal senada dikatakan pengasuh pesantren Suryalaya Pagerageung, H. Iing Faridz Khozin. Ia
menilai adanya akun grup gay itu merupakan fenomena yang mengerikan, karena hukum
agama sudah sangat jelas menegaskan tentang haramnya LGBT.
Fenomena ini mengingatkan kembali akan sejarah kaum Nabi Luth yang ditenggelamkan
sebagai azab maha dahsyat atas kemungkaran pembangkangan umat manusia terhadap
perintah yang Maha Kuasa yang dibawa oleh Nabi Luth saat itu.
“Kondisi hari ini di Kabupaten Tasikmalaya semakin meneguhkan kita untuk tak henti-
hentinya menjalankan amar maruf nahi mungkar. Jika tidak demikian, niscaya apa yang
menimpa kaum Nabi Luth bisa terulang kembali di tengah-tengah kehidupan kita saat ini,”
tutur Iing yang juga Kepala Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Maka, di era teknologi informasi sekarang ini, semua pihak sejatinya rajin mensosialisasikan
kebaikan kebaikan. Jangan pernah membiarkan kemungkaran bertebaran melalui jejaring
sosial.
“Pemerintah melalui Kementrian Kominfo harus hadir dan segera bertindak cepat dengan
membumi hanguskan akun akun yang mengajak kepada kemaksiatan dan mengundang murka
Allah Subhanahu wata’ala. Sementara ulama di daerah bergerak membimbing dan
menyadarkan umat,” tuturnya. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.