Bupati Napak Tilas ke Prasasati Rumantak Geger Hanjuang

LEUWISARI—Satu rutinitas yang tidak pernah luput dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya adalah melaksanakan Napak Tilas ke Prasasti Rumantak Geger Hanjuang. Kegiatan ini biasa dilakukan sebagai penutup rangkaian acara memperingati hari jadi Kabupaten Tasikmalaya. Tahun ini, kegiatan napak tilas dilaksanakan pada Kamis (29/08/2019).

PRASASTI Rumantak Geger Hanjuang terletak di Kampung Geger Hanjuang, Desa Linggamulya, Kabupaten Tasikmalaya. Prasasti itu sendiri adalah sebongkah batu pipih dengan ukuran panjang 85 centimeter, lebar 62 centimeter, tinggi 28 centimeter. Inilah salah satu bukti otentik penanda atas keberadaan Kerajaan Galunggung.

Penemu prasasti adalah seorang peneliti asal Belanda, K. F. Holle, pada 1877. Di sana terpahat satu kalimat singkat, “Tra ba i guna apuy na sta gomati sakakala ru mata k disusu(k) ku batari hyang pun.” Arti dari kalimat tersebut, “Pada tahun 1033 (Saka) (ibukota) Ruma tak diperkuat (pertahanannya) oleh Batari Hyang.”

Kini, di Geger Hanjuang hanya ada replika prasasti, yang bentuk serta ukurannya tidak begitu persis dengan aslinya. Adapun batu prasasti yang asli, demi keamanan dan keterawatan, tersimpan di Museum Nasional, Jakarta, dengan nomor koleksi D-26.

Meski hanya melihat replika prasasti, bagi Pemkab Tasikmalaya, kegiatan napak tilas selalu terasa spesial. Pasalnya, kegiatan tersebut juga mengandung arti menengok masa lalu, sekaligus juga merawat hubungan dengan para leluhur wilayah Tasikmalaya.

Karena ini, setiap berlangsungnya kegiatan napak tilas, berbagai acara digelar dengan seksama. Masyarakat juga berhamburan turut serta ke lokasi prasasti. Pada kegiatan napak tilas tahun 2019 ini, kedatangan Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, S.Ip beserta jajaran Pemkab Tasikmalaya disambut antara lain dengan aksi Paskibra SMPN 1 Leuwisari. Kemudian juga pertunjukan pencak silat dari perguruan Sanghiyang Batara Lodra, yang berdomisili di Desa Linggamulya.

Seperti biasa pula, setiap momen napak tilas, selayang pandang sejarah Kabupaten Tasikmalaya—terutama bertalian dengan Prasasti Geger Hanjuang—dibacakan. Kali ini, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) dan Keprotokolan, Drs. Asep Darisman, MM, berkesempatan membacakan selayang pandang sejarah yang dimaksud.

“Kami berharap supaya pelaksanaan napak tilas ini dapat dilaksanakan setiap tahun dengan kemasan yang lebih inovatif,” ujar Bupati Ade.

Kedatangan Bupati Ade ke Rumantak, Geger Hanjuang, tidak dengan tangan hampa. Pada saat itu pula ia menyerahkan paket sembako serta sejumlah hadiah kepada para petugas yang merawat prasasti. Bupati Ade juga berkomitmen untuk membangun mushola di samping replika prasasti, dengan tujuan untuk mempermudah pengunjung dalam beribadah. Ia sendiri yang meletakan batu pertama pembangunan mushola tersebut

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.