Ade Sugianto: “Kabupaten Tasikmalaya Belum Ramah Anak”

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya menilai, bahwa Kabupaten Tasikmalaya masih jauh dari kabupaten yang ramah anak. Salah satu indikatornya, antara lain, terdapat sekitar 58 kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2018. Bagi KPAID, angka tersebut jelas terlalu tinggi.

BUPATI TASIKMALAYA, Ade Sugianto, tidak memungkiri penilaian KPAID. Sebaliknya, ia siap merespon hal tersebut dengan positif. Baginya, apa yang disampaikan oleh KPAID merupakan informasi yang penting, sehingga pemerintah dapat mencanangkan program yang lebih terarah.

“Memang perlindungan terhadap anak dan perempuan harus menjadi perhatian bersama. Hal paling mendasar yang menjadi itikad baik pemerintah saat ini ialah menghadirkan payung hukum yang jelas dalam bentuk Perda perlindungan anak dan perempuan,” ujar Ade kepada wartawan pada 19 Februari 2019.

Sebagaimana penyampaian Ade lebih lanjur, saat ini Kabupaten Tasikmalaya memang belum mempunyai peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan anak. Mengingat realitas di lapangan menunjukkan bahwa tingkat kekerasan terhadap anak begitu tinggi, pemerintah berniat untuk menunjukkan atensi yang serius. Yaitu dengan cara mengajukan rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang nantinya bakal jadi payung hukum yang jelas bagi anak.

Tetapi Ade juga menyadari bahwa upaya menghadirkan payung hukum tidak cukup datang dari pemerintah. Ia memerlukan komitmen dan good will yang sama dari berbagai elemen juga, untuk sama-sama menyikapi fenomena yang sedang berlangsung.

Sebab, katanya, untuk melindungi anak tidak hanya berkaitan dengan kebijakan anggaran; tapi juga butuh keterlibatan multisektor, mulai dari elemen penegak hukum, orang tua, dan lainnya. Meski demikian, harapan terdekat Ade adalah supaya DPRD menerbitkan Perda yang dapat memayungi anak dan perempuan.

“Perda yang diminta cepat disahkan ini sebagai upaya meminimalisir kasus-kasus sosial yang memang kerap terjadi. Dari hulu ke hilir tidak hanya insidental, tapi satu keharusan secara kontinyu kita lakukan sehingga Kabupaten Tasikmalaya ramah anak,” tukas Ade.

Be the first to comment

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.